facebook Villa




img
Apa itu TEH?

Teh merupakan minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air. Teh adalah minuman yang terbuat dari seduhan daun, pucuk daun atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman teh (Camellia sinensis). Tanaman teh berasal dari China (Camellia sinensis) dan dari India (Camellia assamica).

 

Tanaman teh asal China dapat tumbuh sampai 15 kaki dan hidup sampai 1 abad, sedangkan tanaman teh asal India dapat tumbuh sampai 50 kaki dan hidup sampai 50 tahun. Teh sudah dikembangkan untuk kepentingan komersial ke seluruh penjuru dunia hingga saat ini.

 

 

img
Jenis - Jenis TEH

Teh Putih (White Tea) Jenis teh yang tidak mengalami proses fermentasi, ketika disajikan, white tea memiliki warna yang muda dan bening.

Teh Hijau (Green Tea) Terbuat dari daun teh yang mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, atau sebentar mengalami “oksidasi” hanya selama 5-15% saja. Proses “oksidasi” dihentikan dengan pemanasan.

Teh Oolong (Oolong Tea) Terbuat dari daun teh yang mengalami proses “oksidasi” yang dihentikan ditengah – tengah antara teh hijau dan teh hitam yang biasanya memakan waktu 2-3 hari atau biasa disebut dengan semi fermentasi.

Teh Hitam (Black Tea) Jenis teh dengan proses oksidasi sempurna. Teh hitam memiliki aroma rasa yang khas dan warna coklat / merah yang pekat, dan memiliki kandungan kaffein yang paling banyak dari semua jenis teh. Banyak di temukan di daerah Asia Selatan seperti India, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, dll). Teh Villa termasuk kedalam jenis Black Tea (Teh Hitam).



img
Proses Pengolahan TEH

Untuk memanen / memetik daun teh, produsen dapat menggunakan cara tradisional atau dengan mesin.

1. Cara tradisional
Pemetikan teh secara tradisional dilakukan dengan memetik 2 helai daun teratas, yang dimana akan menghasilkan teh dengan cita rasa yang paling baik. Kemudian teh diproses secara manual. Daun-daun teh yang utuh dan berukuran besar, yang harus ditangani dengan hati-hati, karena itu diproduksi dengan cara ini.


2. Cara mekanikal
Untuk memenuhi permintaan teh dunia yang semakin berkembang, banyak produsen saat ini menggunakan mesin untuk meningkatkan produksi. Mesin-mesin khusus untuk memanen daun teh menghasilkan sedikit lebih daripada cara tradisional, sehingga dapat meminimalkan penggunaan buruh. Proses otomatis “CTC” (crush, tear, curl) dapat menghasilkan produksi “broken leaf grades” secara masal - ideal untuk produksi teh celup dan teh dalam kemasan siap minum.



img
Tujuan Pengolahan Daun TEH

Sortasi (sorting): bertujuan untuk memilih daun teh yang telah dipetik, hanya yang baik yang diproses.
Pelayuan pucuk (whitering): bertujuan untuk membuat daun teh menjadi lemas, lentur, sehingga memudahkan proses penggulungan.
Penggulungan pucuk (rolling): bertujuan untuk menggulung dan menghancurkan sel-sel daun sehingga dapat teroksidasi langsung dengan udara.
Fermentasi (fermentation): bertujuan untuk memunculkan warna dan aroma khas teh hitam melalui proses oksidasi enzimatis senyawa polifenol dengan bantuan enzim polifenol oksidase. Lama fermentasi akan menentukan kualitas dari teh hitam yang dihasilkan.
Pengeringan (drying): bertujuan untuk menghentikan proses fermentasi pada batas mutu yang optimal dan membatasi kadar air teh kering (2,5-3%) yang dihasilkan agar teh dapat disimpan lama.
Sortasi (sorting): sortasi di akhir proses bertujuan untuk menggolongkan teh hitam yang dihasilkan (grading) sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.